0

Home arrow Statistik arrow Kesehatan
Kesehatan Cetak E-mail
Thursday, 29 November 2007

ANALISA SITUASI MASALAH KESEHATAN

DI KOTA KUPANG

TAHUN 2007

Berdasarkan data yang dapat dihimpun diketahui bahwa prasarana pelayanan kesehatan yang ada di Kota kupang pada tahun 2007 masih belum memadai. Hal ini antara lain dapat dilihat dari rasio pelayanan Puskesmas terhadap jumlah penduduk yang ada, yaitu dari 7 Puskesmas yang ada melayani 261.704 orang atau 1 Puskesmas melayani 37.386 orang. Angka tersebut masih terlalu tinggi dari ideal yaitu 1 Puskesmas dapat melayani 20.000 penduduk.
Sampai dengan tahun ini, Kota Kupang belum ada ataupun merencanakan pendirian rumah sakit. Hal ini dikarenakan telah ada 3 rumah sakit, meskipun ke-3 nya bukan punya pemerintah daerah Kota Kupang. Rumah sakit inilah yang menjadi penyangga rawat inap bagi penduduk Kota Kupang karena hampir 90% pengguna RS ini adalah masyarakat Kota Kupang. Untuk itulah direncanakan pembuatan RSUD Type C Kota Kupang.

1. Penyakit Infeksi Menular.
1.1.    Malaria
Kota Kupang merupakan salah satu dari 16 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan termasuk dalam kriteria endemis malaria. Kasus malaria klinis di Kota Kupang dari tahun ke tahun cenderung berfluktuasi.    Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina. Data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang selama 7 tahun terakhir menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kasus malaria. Tahun 2000 ditemukan bahwa setiap 1000 penduduk terdapat  101,5 penderita malaria dan  tahun 2007 menurun sebesar 33,3 penderita malaria per 1000 penduduk. Kecenderungan penurunan kasus malaria dapat dilihat pada grafik berikut :
Image

Berdasarkan stratifikasi endemisitas malaria klinis, penyakit malaria di Kota Kupang tersebar di seluruh kelurahan dengan tingkat endemis (keparahan) seperti pada tabel berikut ini :
Tabel Stratifikasi endemisitas penyakit malaria di Kota Kupang Tahun 2002 – 2005.
Image 
        Keterangan:
                HIA (High Incidence Area )=AMI >170 per 1000 penduduk
                MIA (Medium Incidence Area) = AMI 50 – 170 per 1000 penduduk
                LIA (Low Incidence Area)= < 50 per 1000 penduduk.
Dari tabel tersebut diatas, menunjukkan bahwa daerah dengan ancaman tinggi malaria semakin menurun. Daerah terancam tertinggi adalah wilayah Kecamatan Oebobo dan terendah kecamatan Kelapa Lima.

 
Free Joomla Templates