|
Thursday, 29 November 2007 |
|
Halaman 4 dari 9 1.3. TB ParuDi dunia diperkirakan setiap tahun terdapat sembilan juta penduduk terkena Tubekulosis ( TB ) dengan jumlah kematian 3 juta per tahun. Kematian wanita karena TB lebih banyak daripada kematian akibat kehamilan, peralinan dan nifas. Sebagian besar dari mereka tinggal di negara – negara berkembang dan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan bangsa. Di Kota Kupang pada tahun 2007, telah ditemukan penderita TB Paru: Suspek 1558 kasus, BTA Positif 182 kasus, BTA Negatif tapi Rontgen positif 163 kasus, Penderita TB anak 91 kasus, Penderita Ekstra Paru 6 kasus. Data tersebut berarti Angka kesakitan TB Paru di Kota Kupang sebesar 4,799 per 1000 Penduduk atau terdapat 5 penderita TB Paru diantara 1000 orang. Tabel Penderita TB Paru Di Kota Kupang Masalah masih tingginya TB Paru di Kota Kupang tersebut disebabkan oleh karena : - Penderita tuberkulosis terbanyak menyerang pada kelomopk usia produktif (15 – 50 tahun) & terbanyak pada kelompok kaun laki-laki 68 %.
- Budaya malu masyarakat untuk datang berobat ke puskesmas masih ada.
- Belum semua tenaga kesehatan memahami strategi DOTS yang dijalankan di puskesmas, terutama di Rumah Sakit dan Klinik Swasta serta dokter praktek.
- Tenaga puskesmas/Rumah Sakit yang telah dilatih dengan strategi DOTS belum semuanya berperan untuk memberikan penyuluhan TB.
- Masih ada penderita TBC yang berobat tidak didamping oleh PMO (Pengawas Minum Obat)
- Kepatuhan penderita untuk berobat secara teratur kurang, penderita yang putus berobat (angka drop out/lalai berobat > 10%). Hal ini disebabkan karena jangka waktu pengobatan yang lama, yaitu minimal 3 bulan.
- Penyuluhan dari petugas dan PMO untuk motivasi penderita dan keluarga belum optimal, kepedulian keluarga terhadap penderita untuk motivasi agar tidak putus berobat kurang
- Penderita yang lalai berobat belum dilacak seluruhnya karena tidak ada dana operasional bagi pengelola program.
- Mobilitas penduduk di Kota Kupang cukup tinggi dan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat juga menunjang untuk penularan penyakit tuberculosis karena sebagian besar berasal dari keluarga miskin.
- Tim GERDUDA TB yang dibentuk belum berfungsi sesuai perannya masing - masing.
- Angka Salah baca laboratorium > 5 %.
|