Renstra
Wednesday, 28 November 2007

LATAR BELAKANG

• UU. No. 25 Tahun 2004 tentang SPPN (Ps. 2 ayat 2)   Penyusunan Perencanaan Pembagunan ☞ sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan. Dengan periode waktu 20 tahun RPJP/5 Tahun/RPJM dan 1 tahun/RKPD. 
Selama 60 tahun bangsa Indonesia telah berhasil bangsa Indonesia telah berhasil  membuktikan bahwa dirinya sanggup mempertahankan dan mengisi kemerdekaannya. 
• Pemerintah Kota Kupang berkemauan kuat untuk mereinventing paradigma pembangunan dengan cara menyusun RPJPD Kota Kupang berdimensi waktu dua puluh tahun ke depan.  
• Pemerintah Kota Kupang perlu mendayagunakan secara optimal semua kekuatan perubahan internal dan eksternal diwilayahnya untuk memperbesar kemampuan pemerintah mencapai tujuan pembangunan berdasarkan arah pembangunan yang ditetapkan.  
• RPJPD, substansinya merupakan jabaran dari tujuan negara kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945; RPJP Nasional, dan RPJP Provinsi NTT, yang mencakup visi, misi dan arah pembangunan Kota Kupang untuk periode waktu 20 tahun ke depan yaitu 2007-2026. 

MAKSUD  DAN TUJUAN

•  RPJPD  sebagai dokumen perencanaan berentang waktu 20 thn  (2007-2026) 
•  RPJPD ditetapkan utk memberi arah dan jadi acuan bagi pelaku pembangunan utk mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan nasional di daerah sesuai visi, misi dan arah pembangunan Kota Kupang 

LANDASAN

Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional 
Tap MPR RI No. VII/MPR/2001 ttg Visi Indonesia Masa Depan 
UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara 
UU No. 1 Tahun 2003 Tentang Perbendaharaan Negara 
UU No. 25 Tahun 2004 Ttg. Sistem Perencanaan Pemb. Nasional. 
UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 
UU No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 
Wawasan Nusantara 
Ketahanan Nasional 

PENGERTIAN
• RPJPD  sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah 
• Substansi RPJPD adalah jabaran tujuan negara dan daerah 
• RPJPD Kota Kupang adalah jabaran  RPJPN, RPJPD NTT 
• Cakupan substansi RPJPD yaitu visi, misi dan arah pembangunan daerah. 

KONDISI SAAT INI
A. SOSIAL BUDAYA DAN KEHIDUPAN BERGAMA
1. Demografi

•  Tingkat kematian (TMR, CMR, ASMR) tinggi 
•  Mempengaruhi tkt kelahiran (TFR, CBR) tinggi melalui
fungsi replacement 
•  Migrasi keluar < migrasi masuk 
•  Pertumbuhan penduduk tinggi,cenderung terus meningkat 
•  Kepadatan teknis  dan agraris cenderung terus meningkat 
•  Usia harapan hidup naik (karena asumsi) 
•  Rasio seks relatif seimbang 
•  Global trend demografi dengan migrasi internasional membawa IPTEK ke ruang lokal menggeser daya saing lokal 
•  Usia kawin pertama cenderung meningkat 

Masalah
Bagaimana mengendalikan faktor-faktor demografi untuk menekan laju pertumbuhan penduduk
Peluang Pembangunan Aspek Demografi

 Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat 
 Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat 
 Peningkatan kesejahteraan masyarakat 
 Peningkatan kualitas lingkungan 
 Intervensi program kependudukan KB 

Tantangan Pembangunan Aspek Demografi

 Laju pertumbuhan penduduk cenderung meningkat dan akan  jadi beban pembangunan yang sangat berat 20 tahun yad.                
 Peningkatan kepadatan teknis-psikologis berakibat disparitas akses individu dan klpk masy, thdp pembangunan, kesejahteraan   
 Terjadi peningkatan pengangguran è wilayah kumuh è  patologi sosial è kerawanan keamanan, dll 
 Rasio  beban tanggungan besar  è  kesejahteraan menurun 
 Berat upaya capai net reprod. rate (NRR)  sebesar 1,0 thn 2026 
 Densitas è distribusi pddk dan pengelolaan ruang (RTRW) 
 Trend demografi global geser SDM   tidak berdayasaing ke perifer persaingan di segala bidang 

2. Sumberdaya Manusia

•  Kualitas SDM rendah berdasar IPM  (peringkat  53  nasional) 
•  Angka Harapan hidup ketika lahir rendah   (69,8) 
•  Rerata lama sekolah pddk < 15 thn hanya  10,1  tahun 
•  Penduduk buta huruf 2,5% 
•  Pengeluaran riil per kapita hanya R578.800,- 

Peluang PSDM

•  Life long human development 
•  Life long education 
•  Pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan 
•  Transformasi fungsional, sosial budaya dan structural 

Tantangan PSDM

•  Peningkatan Angka Partisipasi murni pendidikan dasar 
•  Peningkatan sediaan dan kualitas sarana dan perasarana pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan dll 
•  Peningkatan keefektifan penyelenggaraan pendidikan dalam arti seluas-luasnya dan mutu lulusan khususnya 
•  Pemanfaatan teknologi kibernetik dan cyberspace untuk belajar dan berproduksi 
•  Peningkatan kemampuan ekonomi rumahtangga untuk belanja determinan-determinan perubahan dan kesejahteraan 
•  Human resources development road map design 
•  Peningkatan ketertiban dan keamanan wilayah 

Masalah SDM
Bagaimana meningkatkan kualitas  dan dayasaing sumberdaya manusia sebagai human capital
dalam pembangunan kota
3. Pendidikan

•  Rendah tingkat partisipasi murni pendidikan dasar 
•  Penurunan jumlah pdduk buta aksara sewindu terakhir 
•  Rasio sekolah-guru; guru-murid; sekolah-murid belum baik 
•  Angka putus sekolah menurut jenis dan jenjang pendidikan dan kelompok usia warga belajar masih tinggi 
•  Mutu lulusan SMU/K berdaya saing rendah secara nasional 
•  Paten IPTEK hasil R&D tdk ada; eksport teknologi manufaktur /maju tdk ada; è  tkt daya saing masyarat kota rendah 

Masalah Pendidikan
Bagaimana meningkatkan dinamika dan kualitas sistem (masukan, proses dan keluaran) pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan untuk memperoleh keluaran yang berdaya saing
Peluang

•  Program pembangunan aspek sumberdaya manusia 
•  Program pembangunan aspek kesehatan 
•  Program pembangunan aspek pendidikan 
•  Program pembangunan aspek kependudukan KB 
•  Program pemberdayagunaan ekonomi rumahtangga 
•  dll  

Tantangan Aspek Pendidikan

•  Kualitas sumberdaya pendidikan 
•  Sediaan dan mutu sarana dan prasarana pendidikan 
•  Perbaikan rasio sarana dan prasarana pendidikan-populasi belajar 
•  Peningkatan mutu manajemen pendidikan 
•  Peningkatan  mutu proses pembelajaran 
•  Penegakan pelaksanaan peraturan perundangan bid. pddkn 
•  Peningkatan keefektifan monitoring dan evaluasi pendidikan 
•  Peningkatan dan pemerataan kesempatan belajar klpk  margin 
•  Peningkatan mutu lulusan pada semua jenis dan jenjang pddkn 
•  Penciptaan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar 
•  Pemberantasan penjualan gelar akademis dan pendidikan illegal 
•  Tkt morbiditas pddk laki-laki dan perempuan masih tinggi 
•  Besaran relatif anak berstatus gizi setinggi lebih rendah gizi cukup 45% (n=934) 
•  Jlh rumahsakit belum bertambah meningkat signifikan  dalam sedasawarsa terakhir 
•  Pertambahan tenaga dokter  meningkat signifikan kecuali jlh bidan paktek menurun sejak thn 2000 
•  Rasio sarana dan prasarana kesehatan : jlh penduduk belum baik 
•  Jlh perempuan yang tidak pernah jadi akseptor 48,98% 
•  Lima tahun terakhir terjadi peningkatan akseptor 1,96%/thn 
•  Prevalensi akseptor PUS tinggi dan fluktuatif 5 thn terakhir 
•  Dlm 5 tahun terakhir terjadi perubahan meningkat status keluarga berindikan kesejahteraan versi 

BKKBN
•  Ibu hamil kekurangan energi kronis cukup rendah, ber Hb 11  gr %  juga rendah;  ibu hamil resiko tinggi hanya 6,44% 
•  Jumlah kematian ibu per 100 000 KH tinggi 16,17% tetapi menurun menjadi 0,16% (2005) 
•  umlah bayi lahir mati 0,65% (2005) 
Peluang
•  Peningkatan kualitas pendidikan dan kessdaran masy. 
•  Program peningkatan sarana dan prasarana kesehatan 
•  Mendekatkan layanan kepada pasien secara lokal 
•  Perdayagunaan laki-laki sebagai potensi akseptor 
•  Peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga dan masy. 
•  dll 

Tantangan

•  Peningkatan kualitas sumberdaya kesehatan 
•  Peningkatan dana program pembangunan kesehatan 
•  Peningkatan efisiensi dan transparansi manajemen kesehatan 
•   Peningkatan sediaan dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan 
•  Percepatan penurunan angka kesakitan, kematian, dsb 
•  Percepatan peningkatan besaran prevalensi akseptor ; PUS 
•  Percepatan penurunan tkt drop out akseptor 
•  Peningkatan keefektifan dan efisiensi pelaksanaan tugas fungsional kesehatan dan KB 
•  Penyusunan data dasar kesehatan dan KB 

Masalah
- Bagaimana strategi percepatan pencapaian  dan peningkatan Kualitas kesehatan masyarakat kota
- Bagaimana mempercepat penurunan tingkat kelahiran Untuk mencapai NRR 1 di akhir PJP

4. Sumberdaya Perempuan

•  Sub populasi perempuan > laki-laki 
•  Internalisasi dan institusionalisasi ideologi gender masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat 
•  Status subordinasi perempuan karena peran laki-laki dan super ordinasi laki-laki mendeterminasi semua dimensi hidup  perempuan 
•  Superioritas laki-laki bahkan mendominasi domain perempuan 
•  Belum tercapai alokasi sumberdaya perempuan di bidang eksekutif,  legislatif, yudikatif 
•  Penggunaan terminologi laki-laki yang terlalu mendiskreditkan perempuan, dll 

Masalah
Bagaimana memperdayagunakan secara efektif potensi sumberdaya perempuan sebagai kapital untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan
Tantangan

•  Status marginal wanita dalam pengambilan keputusan di sektor reproduksi, kerumahtanggaan dan ekonomi produktif 
•  Karakterisasi dan pelembagaan ideologi gender belum efektif 
•  Pencapaian target alokasi sumberdaya perempuan 30% dalam bidang eksekutif, legislatif, yudikatif 

Peluang

•  Potensi populasi perempuan 
•  Peningkatan kualitas pendidikan populasi perempuan 
•  Rekayasa proses sosial 
•  Dukungan politik peningkatan peran perempuan 

5. Agama dan kepercayaan

•  Kemajemukan masyarakat  secara etnis, kultur dan agama dan kepercayaan merupakan berkat dan pemersatu 
•  Kehidupan antar umat beragama cukup harmonis 
•  Tiada benturan dan friksi antar kelompok masy.  bermotif perbedaan agama dan kepercayaan 
•  Sarana dan prasarana tempat peribadatan cukup tersedia 

Masalah
Bgmn meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama Dan keragaman agama  dan kepercayaan sebagai pemersatu
Peluang

•  Kekuatan azas genealogis dalam keluarga anggota beda gama 
•  Persepsi keragaman agama dan kepercayaan adalah kekuatan 
•  Kesadaran bertoleransi antar umat beragama 
•  Kegiatan bersama umat beragama dalam berbagai bidang 
•  Peningkatan kualitas unsur perilaku sumberdaya manusia 

6.  Pembangunan Budaya

•  Keragaman unsur budaya pengaya interaksi pelaku budaya 
•  Keragaman unsur budaya berpotensi benturan 
•  Frekuensi benturan antar etnis rendah 
•  Ada upaya promosi dan sosialisasi nilai budaya lokal 

Masalah
Peningkatan peran unsur budaya memperkuat jatidiri bangsa dan ketahanan nasional
Tantangan

•  Pengaruh trend global telekomunikasi dan informasi 
•   Dampak pembentukan budaya dan komunitas global   
•  Krisis jatidiri bangsa dan kerapuhan ketahanan nasional 
•  Reduksi peranserta anggota masy. global dlm. pembangunan 

Peluang

•  Landasan idiil dan kontitusional yg akomodatif 
•  Interaksi pelaku budaya dlm atmosfer yang kondusif 
•  Promosi dan pelestarian nilai budaya 
•  Keterbukaan proses budaya melalui akulturasi untuk menerima unsur kreasi budaya baru, termasuk kepercayaan 

B. EKONOMI

•  Batas garis kemiskinan tergolong tertinggi se kab/kota NTT 
•  Jumlah penduduk miskin masih besar  
•   Indeks kedalam kemiskinan 1,42. Trend indeks menurun 
•  Indeks keparahan kemiskinan 0,30. Trend indeks menurun 
•  Struktur ekonomi didominasi sektor pengkontribusi utama yi Jasa-jasa, perdagangan, restoran dan hotel dan sektor pengangkutan dan komunikasi 
•  Hanya sektor jasa yang mengalami kontribusi meningkat PDRB 
•  Pertumbuhan ekonomi masih di bawah laju inflasi sejak 1998 dan belum pulih sehingga daya beli masy. melemah 
•  PDRB per kapita terus meningkat dlm 5 tahun terakhir dan efeknya terhadap kenaikan pendapatan per kapita 
•  Struktur APBK didominasi oleh unsur pemberian pemerintah  /instansi atas; PAD sangat rendah 
•  Struktur belanja APBK didominasi belanja pegawai. Belanja pembangunan beralokasi rendah. Belanja IPTEK tdk ada 
•  Tkt partisipasi angkatan kerja sebesar 55,6, pengangguran  ter-
    buka   4,7% 
•  Tenaga kerja yg bekerja < 14/minggu 10,3%; <13 jam/minggu 27,1%,  kumulatif 37,4% 
•  Pertumbuhan industri kecil sangat signifikan, industri besar tetap 
•  Inflasi 15,16% (2005)  

 

Masalah
Bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Dan meningkatkan ketahanan ekonomi masy. Miskin
Peluang

•  Komitmen politik pemberdayagunaan ekonomi rakyat 
•  Keberlanjutan program pemberidandayagunaan ekonomi rakyat 
•   Regulasi  untuk peningkatan PAD 
•  Pengembangan sektor lainnya prospektif, selain jasa dan konstruksi 
•  Kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita 

Tantangan

•  Ketimpangan pertumbuhan ekonomi dgn inflasi dapat menurun garis batas kemiskinan, meningkatkan indeks kdalam dana keparahan kemiskinan 
•  Peningkatan kesempatan kerja untuk menekan tkt pengangguran 
•  Peningkatan produktivitas kerja melalui distribusi tenaga dan jam kerja yang lebih besar (etos kerja) 
•  Keberpihakan APBK kepada pembangunan melalui peningkatan alokasi dana belanja pembangunan 
•  Alokasi belanja PSDM melalui IPTEK 
•  Regulasi diversifikasi sumber-sumber PAD 
•  Menekan kebocoran dana pembangunan 

C. SARANA DAN PRASARANA

•  Sarana dan prasarana transportasi darat tersedia dalam jumlah dan mutu yang memadai, kecuali terminal anggkutan kota 
•  Pertambahan jumlah kendaraan bermotor beroda 2 sangattinggi dalam 3 tahun terakhir 
•  Tkt kecelakaan lalu lintas sangat tinggi 
•   Frekuensi pelayaran  samudera menyinggahi pelabuhan laut  bersifat stagnan, pelayaran nusantara, khusus dan perintis menurun frekensinya 
•  Sejak 2003 jlh penumpang naik-turun menurun 
•  Sejak 2002 vol bongkar barang dan ternak menurun 
•  Pelabuhan udara hanya 1 bandara 
•  Jumlah pesawat terbang, jumlah penumpang naik-turun dan vol bongkar-muat barang meningkat sewindu terakhir 

Air bersih dan sanitasi

•   Karena kondisi iklim dan geologi, sediaan air aliranpermukaan sangat sedikit terutama di musim kemarau 
•  Tkt kelembaban permukaan tanah sangat rendah di musim kemarau 
•  Akses masyarakat terhadap air bersih sangat terbatas 
•  Hanya 60,63% rumah tangga terlayani air PDAM 
•  Hanya 78,69% rumah tangga memiliki tpt buang air besar sendiri 
•  Sanitasi lingkungan kali Kaca dan pesisir pantai sangat buruk akibat pembuangan sampah, tinja dll 

Kelistrikan

•  Terdapat 94,76% rumahtangga konsumsi listrik PT PLN 
•  Kelangkaan BM bahan pembangkit tenaga listrik 
•  Peningkatan kualitas jaringan, diversifikasi jenis energi listrik non konvensional 
•  Kebocoran aliran listrik karena pencurian 

Pemukiman

•  RUTRK telah ditetapkan tetapi belum ditaati secara baik 
•  Status kepemilihan lahan masih menjadi sumber benturan 
•  Sebagian besar rumah beratap seng, berlantai terluas bukan tanah; berluasan lantai terluas 20-49 m3 

Telekomunikasi

•  Terjadi peningkatan sediaan sarana dan prasarana telekomunikasi. 
•  Penggunaan telepon seluler berkembang pesat 
•  Akses televisi, internet cukup besar dan menjadi aset pribadi 
•  Jumlah kantor pos tidak bertambah 

Sarana Kesehatan dan Pendidikan

•  Sediaan dan mutu sarana dan prasarana kesehatan belum memadai 
•  Sediaan sarana dan prasarana pendidikan belum memadai 
•   Distribusi kedua jenis sarana dan prasrana tsb belum baik 

Masalah
Bagaaimana meningkatkan sediaan dan mutu sarana Dan prasarana dengan  pengelolaan yang efisien di Semua bidang dan aspek pembangunan
Tantangan

•  Sediaan dana pengadaan sarana dan prasarana sangat terbatas 
•  Pengelolaan sarana prasarana belum efektif 
•  Peningkatan kualitas pemeliharaan sarana prasarana 
•  Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana dll

D. POLITIK DAN PEMERINTAHAN

•  Kualitas partisipasi politik masyarakat dlm pemilu baik. 
•  Disefektivitas pendidikan politik partai politik 
•  Krisis kualitas sumber daya manusia partai 
•  Belum tercapai alokasi perempuan sebagai  anggota partai politik 
•   Peningkatan dinamika dan keefektivan peran lembaga suprastruktur, infrastruktur politik dan lembaga penghubung 
•  Good and clean governance belum tercapai 
•  Iklim/atmosfer kerja pemerintah masih dicoraki benturan klik 
•  Sistem KKN masih menciri dalam PSDM 
•  Penegakan kode etik profesi jadi pekerjaan rumah 
•  Masih diperlukan program capacity building dan  standar kompetensi pejabat 
•  Peningkatan disiplin dan produktivitas kerja 
•  Penyusunan data dasar lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif. 

Masalah
- Bgmn meningkatkan kualitas, kapasitas dan profesionalisme politik anggota dan partai politik
- Bgmn meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur untuk mencapai good and clean governance
Tantangan

•  Keefektifan pelaksanaan program pengkaderan dan pendidikan politik 
•  Institusionalisasi  visi dan misi partai politik di kalangan partai 
•  Pelaksanaan partisipasi politik anggota masyarakat yang bermutu 
•  Peningkatan profesionalisme dan kualitas kinerja anggota partai dalam kapasitas sebagai anggota legislatif 
•  Mencapai  good and clean governance 
•  Pengembangan kualitas sumberdaya aparatur 
•  Menghapus KKN dan meningkatkan kualitas kinerja 
•  Penegakan code of conduct  profes dsb

Peluang

•  Dukungan peraturan perundangan 
•  Dukungan program-program perdayagunaan 
•  Naluri dasar manusia selalu ingin lebih baik dan maju 
•  Kepemimpinan dan pemerintah yang bersih dan berwibawa 
•  Kesadaran politik masyarakat, dll. 

E. HUKUM DAN HAK AZASI MANUSIA

•  Masih ada dampak sisa kebenaran dan keadilan berazas kekuasaan 
•  Reformasi bidang hukum dan lainnya belum mencapai tujuan 
•  Belum terjadi perubahan fungsi hukum berdaya atur menjadi hukum berazas dukungan sosial 
•   Belum efektif proses perubahan hukum artikulasi persepsi kekuasaan ke artikulasi demokrasi hukum 
•  Pelanggaran hukum cukup tinggi 
•  Rasa keadilan pencari keadilan belum terjamin oleh keputusan hukum 
•  Krisis keercayaan terhadap pelaksanaan hukum positif 
•  Sering terjadi pelanggaran HAM 
•  Belum direartikulasi pelanggaran HAM internasional berdasar konteks kriteria lokal 
•  Kasus KDRT dan kekerasan seksual mengalami eskalasi, dll 

Masalah
Bagaimana strategi penegakaan keadilan dan Hak Azasi Manusia
Tantangan

•  Hukum berazas kekuasaan belum tuntas direformasi 
•  Penegakan kode etik profesi fungsionaris hukum 
•  Peningkatan efisiensi pengelolaan tindakan pelanggaran hukum 
•  Kepastian hukum bagi pencari keadilan 
•  Penurunan kasus KDRT 
•  Penurunan kasus kekerasan seksual, penelantaran anak dan  orangtua 
•  Pelaksanaan Hak azasi Manusia 
•  Pengurangan besaran luncuran perkara tunda  ke tahun depan dll

Peluang

•  Reformasi berkelanjutan di bidang hukum 
•  Pemberantasan KKN 
•  Reformasi substansi hukum yang mengatur menjadi hukum yang responsif dll

F. SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
1. Lingkungan Hidup dan Hutan

•  Kerusakan lingkungan hidup secara artifisial terus berlangsung 
•  Belum terjadi perluasan taman kota sebagai paru-paru kota 
•  Pengembangan wilayah pusat kota berfailitas gelanggang remaja, gedung kesenian, dll belum ada sesuai RUTRK 
•   Kerusakan hutan mangrove dan lingkungan pesisir serta lingkungan kali Kaca dan Liliba 

Masalah
Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang seimbang untuk pelestarian
Peluang

•  Sosialisasi fungsi sumberdaya alam dan lingkungan melalui pendidikan lingkungan dan kurikulum 
•  Diseminasi peraturan perundangan lingkungan hidup 
•  Pemberian sanksi tegas terhadap pelanggaran lingkungan hidup  
•  Penyusunan neraca lingkungan ,naraca air dll 
•  Penggunaan teknologi ramah lingkungan 
•  Pemnatauan kualitas udara dan air 
•  Penyusunan neraca sumberdaya alam 
•  Penyusunan data dasar sumberdaya alam dan lingkungan 
•   Penyusunan indikator keberhasilan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup dll.  
•  Kerusakan prasarana kota terpadu 
•  Penyusutan wilayah hutan lindung dan hutan sebagai zona penyangga dan tangkapan air 
•  Koversi peruntukan ruang menyimpang dari RBWK 
•  Pencemaran wilayah pantai, sungai, udara, dl 
•   Isu global lingkungan hidup belum menciri dalam karakter sosial 
•  Pertumbuhan penduduk tinggi perbesar tekanan terhdp SDA 

2. Lahan Kritis

•  Belum terpetakan lahan kritis sampai informasi detil 
•  Percepatan lahan kritis oleh dampak teknologi tebas bakar 
•   Upaya penghijauan dan penghutanan kembali terkendala pembakaran di musim kemarau 

3.Sumberdaya air dan DAS

•  Sumberdaya air bawah permukaan tersedia terkendala teknologi eksploitasi 
•  Disefektifitas manajemen perawatan sumber air permukaan
•  Terjadi perluasan jaringan, tetapi juga peningkatan kerusakan  jaringan distribusi 
•  Penyusutan hutan sebagai zona tangkapan air 
•  Penyusutan hutan sebagai zona penyangga sistem hidrologi DAS 
•   Kerusakan DAS menyebabkan debit air menurun dll

4. Kawasan Pesisir dan laut

•  Totem mentabukan masyarakat etnis Meto pesisir memperdaya gunakan dan mengakses sumberdaya pesisir dan laut 
•  Komunitas petani nelayan pesisir mengelola sumberdaya laut dan pesisir dgn teknologi tradisional 
•  Pengelolaan sumberdaya laut menggunakan bahan berbahaya 
•  Kerusakan fungsi hutan mangrove sebagai habitat budidaya biologi laut dan pesisir 
•  Eksploitasi sumberdaya laut dan pesisir merusak keseimbanagan lingkungan.