| Layanan SITU |
| Thursday, 29 November 2007 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
MEKANISME MEMPEROLEH SURAT IZIN GANGGUAN/SITU |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
a. | Dasar |
|
| - | Peraturan Mendagri Nomor 4 Tahun 1987 tentang penertiban pungutan-pungutan dan jangka waktu terhadap pemberian izin Gangguan/SITU |
| - | Perda Kotamadya Dati II Kupang Nomor 13 Tahun 1998, tentang Retribusi Izin Gangguan SITU, Perda Nomor 05 Tahun 2003, tentang Retribusi Izin Gangguan/SITU. |
| - | Keputusan Walikota Kupang nomor 14a/SKEP/HK/1998 tentang petunjuk pelaksanaan PERDA Kotamadya Dati II Kupang Nomor 13 Tahun 1998, yang mengatur tentang Retribusi Izin Gangguan/SITU |
b. | Ketentuan Umum sesuai Perda Nomor 13 Tahun 1998 |
|
| - | Izin Gangguan/SITU adalah pemberian Surat Izin Tempat Usaha kepada orang Pribadi atau badan Hukum di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan yang memerlukan pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan tidak termasuk tempat usaha yang lokasinya telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah |
| - | Retribusi izin Gangguan adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian Izin Gangguan / SITU yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah daerah untuk kepentingan orang atau Badan Hukum. |
III. Cara Memperoleh Izin Gangguan/ SITU
| a | Setiap orang pribadi atau Badan Hukum yang melakukan kegiatan usaha tertentu pada lokasi tertentu, yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau gangguan terhadap lingkungan wajib mengajukan permohonan izin secara tertulis kepada Walikota Kupang Cq. Bagian ekonomi dan Pembangunan dengan melampirkan : |
| 1 | Keterangan Fiskal Daerah dari Dispenda Kota Kupang |
| 2 | Fc. KTP pemohon 1 lembar |
| 3 | Pas Foto Hitam/Warna 3 x 4 cm 4 lembar |
| 4 | Fc. Izin MEndirikan Bangunan (IMB) |
| 5 | Fc. Sertifikat tanah/gambar situasi (GS) bila belum ada harus dilengkapi dengan surat keterangan dari BPN Kta Kupang yang menyatakan bahwa tanah tersebut masih dalam proses bukti kepemilikan. |
| 6 | Sket Lokasi/surat keterangan untuk tempat usaha dari Bagian Penyusunan Program Setda Kota Kupang. |
| 7 | Surat Keterangan Dokter tentang kebersihan lingkungan dan kesehatan karyawan, dari Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk jenis usaha Hotel, Restaurant, Rumah makan dan sejenisnya. |
| 8 | Surat Perjanjian Kontrak Tanah/bangunan, apabila tanah/bangunan tersebut milik orang lain. |
| 9 | Surat pernyataan tidak berkeberatan dari tetanggga di sekitar tempat usaha pada jarak radius 200 M, yang diketahui oleh Lurah dan Camat setempat, untuk usaha-usaha yang menimbulkan gangguan lingkungan, seperti bau, bunyi-bunyian dan sejenisnya. |
| 10 | Foto copy Akte Notaris atau sejenisnya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang (bagi perusahaan yang berbadan hukum). |
| 11 | Surat pengantar dari Lurah setempat yang diketahui Camat (menyangkut lokasi dan keadaan usaha). |
| 12 | Map Snelhekter plastik sesui golongan usaha : 2 buah |
| 13 | Berdasarkan Permohonan dan kelengkapan persyaratan, petugas Bagian Ekonomi dan Pembangunan bersama pemohon mengadakan pemeriksaan lokasi/ tempat usaha. |
| 14 | Setelah pemeriksaan lokasi Surat Izin Gangguan / SITU sudah dapat diproses untuk ditanda tangani oleh Walikota Kupang. |
| 15 | Bagi pemohon yang karena alasan tertentu, pindah alamat, ganti penanggung jawab pimpinan dan memperluas jenis usaha serta merubah nama perusahaan, diwjaibkan mengajukan permohonan tertulis kepada Walikota Kupang Cq. Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang untuk memperoleh Izin Gangguan/SITU sesuai perubahan. |
b. Masa Berlakunya Izin Gangguan dan Mekanisme Pembayaran
| 1 | Masa Berlaku Izin Gangguan adalah 3 (tiga) Tahun, sebelum habis masa berlakunya, pemohon harus mengajukan permohonan tertulis yang dilengkapi dengan persyaratan yang telah ditetapkan |
| 2 | Surat Izin Gangguan / SITU yang telah selesai diproses / ditandatangani Walikota Kupang, pemohon sudah dapat mengambilnya, setelah melunasi pembayaran Retribusi Izin Gangguan / SITU oleh pemohon. |
| 3 | Tempat pembayaran / pelunasan Retribusi Izin Gangguan / SITU adalah Dispenda Kota Kupang, pemohon membawa surat penetapan retribusi dari Bagian Ekonomi dan Pembangunan. |
| 4 | Besarnya Retribusi Izin Gangguan/SITU disesuaikan dengan klasifikasi/ golongan usaha (Luas lokasi, letak tempat usaha, jenis gangguan, jumlah modal dll.) |
c. Klasifikasi Golongan Usaha
| 1. | Golongan Usaha | |
| a. | Golongan Usaha Besar atau Golongan I, yaitu : | |
| b. | Golongan Usaha Menengah atau Golongan II, yaitu : | |
| c. | Golongan Usaha Kecil atau Golongan III, yaitu : |
| 2. | Golongan Usaha |
Penetapan tarif Retribusi atas Izin Gangguan dihitung dan ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut : |
| a | Retribusi pokok menurut Golongan Usaha |
| b | Retribui tambahan menurut luas ruangan uasaha yang dipergunakan untuk menjalankan usaha. |
| c | Retribusi Tambahan menurut letak lokasi tempat usaha sesuai Rencana Induk Kota. |
3. Klasifikasi Tingkat Gangguan
| a | Gangguan tinggi, antara lain : Pabrik, uap air atau Gas bertekanan tinggi, tempat pembuatan batako, batu merah, ubin, tempat pembakaran kapur, tempat penempaan logam, pandai besi, bengkel, PLN dan lain sejenisnya. |
| b | Gangguan Menengah, antara lain : mesin generator, sensor kayu, mesin penggilingan, galian batu / tanah, limbah restorant/limbah perhotelan, penginapan dan sejenisnya. |
| c | Gangguan Rendah, antara lain : UD, Kios, Warung Peternak ayam dan sejenisnya. |
| d | Besarnya Retribusi Pokok ditetapkan sebagai berikut : |
| 1 | Luas ruang usaha 1 – 10 M² = 10 % dari Retribusi Pokok | |
| 2 | Luas ruang usaha 11– 20 M² = 15 % dari Retribusi Pokok | |
| 3 | Luas ruang usaha 21 – 40 M² = 25 % dari Retribusi Pokok | |
| 4 | Luas ruang usaha 41 – 60 M² = 30 % dari Retribusi Pokok | |
| 5 | Luas ruang usaha 61 – 80 M² = 50 % dari Retribusi Pokok | |
| 6 | Luas ruang usaha 81 – 100 M² = 75 % dari Retribusi Pokok | |
| 7 | Luas ruang usaha 101 – 180 M² = 100 % dari Retribusi Pokok | |
| 8 | Luas ruang usaha 131– 150 M² = 150 % dari Retribusi Pokok | |
| 9 | Luas ruang usaha 151– 200 M² = 200 % dari Retribusi Pokok |
| e. | Besar Retribusi Tambahan menurut lokasi tempat usaha sebagai berikut : |
| Daerah pusat perdagangan/perbelanjaan sebesar 75 % dari Retribusi Pokok. | |
Daerah pemukiman, perkantoran, pertanian, militer, jalur hijau sebelum dipindahkan sebesar 100 % dari retribusi pokok, kecuali kios ditetapkan sebesar 25 % dari retribusi pokok. | |
| Daerah Industri sebesar 50 % dari retribusi pokok. | |
| f. | Pendaftaran ulang diwajibkan setiap tahun dan dikenaan biaya administrasi sebesar : |
| 1. Golongan I Rp. 250.000,- | |
| 2. Golongan II Rp. 150.000,- 3. Golongan III Rp. 300.000,- | |
| g. | Dalam hal wajib retribusi tidak mendaftar/membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar dikenakan sanksi administrasi berupa : |
| 1. Denda 10 % dari Retribusi pokok untuk keterlambatan 1 s/d 3 bulan. 2. Denda 50 % dari retribusi pokok untuk keterlambatan 4 s/ d 6 bulan. 3. Denda 100 % dari Retribusi pokok untuk keterlambatan 7 bulan keatas. | |
| h. | Izin Gangguan/SITU tidak berlaku lagi apabila : |
| 1. Atas permintaan pemohon | |
| 2. Masa Berlakunya sudah selesai | |
3. Dipindah tangankan kepada orang lain (Pemilik dan alamat serta nama perusahaan dirubah). | |
Demikian mekanisme dan tata carapengurusan untuk memperoleh Izin Gangguan/SITU untuk diketahui seperlunya. | |
| 1 | Surat permohonan untuk memperoleh Izin Ganguan/SITU. |
| 2 | Keterangan Fiskal Daerah dan NPWD dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang |
| 3 | Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) |
| 4 | Pas Photo hitam putih / warna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 lembar |
| 5 | Foto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). |
| 6 | Foto copy Sertifikat Tanah/Gambar Situasi (GS), bila belum ada harus dilengkapi dengan surat keterangan dari BPN Kota Kupang yang menyatakan bahwa tanah tersebut masih dalam proses pemilikan haknya/Surat Keterangan Pemilikan Tanah oleh Lurah dan diketahui oleh Camat. |
| 7 | Surat Perjanjian Kontrak tanah/bangunan, apabila bangunan atau tanah tersebut bukan hak milik pemohon. |
| 8 | Foto copy Akte Notaris atau sejenisnya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang (khusus bagi perusahaan yang wajib memiliki Akte Pendirian). |
| 9 | Surat Keterangan dari Dokter tentang kebersihan lingkungan (Dinas Kesehatan Kota Kupang) dan Balai POM untuk jenis usaha Hotel, Restoran, Rumah Makan dan sejenisnya |
| 10 | Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga di sekitar tempat usaha dengan radius 200 m yang diketahui oleh Lurah atau Camat setempat untuk usaha-usaha yang menimbulkan gangguan lingkungan seperti bau, bunyi-bunyian dan sejenisnya. |
| 11 | Foto copy Hasil Studi Amdal/UPL dan UKL/Rekomendasi dari instansi yang berwenang. |
| 12 | Surat keterangan/Surat pengantar dari Lurah Setempat dan diketahui oleh Camat (asli). |
| 13 | Berita Acara Pemeriksaan Lokasi (pemeriksaan lokasi dilakukan oleh petugas pada Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang). |
| 14 | Map plastik snelhecter sesuai golongan usaha sebanyak 2 buah . |
| • Golongan I : Warna Merah • Golongan II : Warna Biru • Golongan III : Warna Kuning |
Kupang,……………………………………..2007
(………………………………………)
NIP.